Dekan Baru, Harapan Baru

Dra. Sri Harti Widyastuti, M.Hum. atau lebih akrab disapa Bu Tutik merupakan salah satu dosen dari Pendidikan Bahasa Jawa yang sekaligus menjadi Dekan FBS UNY 2019. Pelantikan Dekan tersebut dilaksanakan pada senin(2/12). Beliau menempuh pendidikan S1 dan S2 di UGM. Lalu melanjutkan pendidikan S3 di UIN. Sebelum menjadi Dekan, Bu Tutik pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Il selama 2 periode.

Proses sebelum menjadi Dekan
Awalnya, Dosen Bahasa Jawa yang kerap disapa Bu Tuti ini tidak tertarik menjabat sebagai dekan, alasannya cukup sederhana yakni karena sudah bukan masanya lagi untuk memikirkan jabatan. Beliau lebih tertarik pada bidang pengembangan keilmuan. Hal ini bermula ketika beliau menempuh pendidikan S3 di UIN, dan terinspirasi oleh mahasiswa serta ahli di sana yang sangat menikmati proses dalam pengembangan keilmuan.
Saat dibuka pendaftaran dekan, beliau mendapat dukungan dari teman-temannya untuk segera mendaftar dan memasukan berkas. Kemudian, beliau mengajukan diri menjadi calon dekan. Beliau beranggapan bahwa ini merupakan salah satu jalan untuk beribadah, maka jikapun menjabat semua akan beliau jalani. Ternyata, ketika pencalonan hanya beliau satu-satunya yang mendaftarkan diri, sehingga beliau menjadi calon tunggal. Pemilihan dekan yang hanya terdiri dari satu calon/calon tunggal, maka dilakukan proses pemilihan secara aklamasi atau pernyataan setuju secara lisan oleh semua peserta rapat.
Dekan yang sebelumnya pernah menjabat menjadi WD Il selama 2 periode ini beranggapan bahwa FBS adalah rumah. FBS adalah rumah yang nyaman, karena antar sesama karyawan di FBS tidak terjalin secara kollegial tetapi beliau merasa bahwa setiap karyawan di FBS adalah teman atau saudara.

Visi dan Misi
Visi misi yang dibuat oleh beliau adalah visi misi yang sudah disesuaikan dan dikaji dengan arah kebijakan UNY. Bu Tuti mempertimbangkan visi misi dekan sebelumnya agar setiap keputusan yang diambil akan selaras dengan arah kebijakan FBS UNY, yaitu menjadi fakultas yang dipercaya, kreatif, inovatif. Fakultas yang berkelanjutan dan bisa bersaing di dunia internasional, karena sudah terjadi akreditasi-akreditasi tingkat internasional.

Harapan untuk FBS
Yang pertama, dari kelembagaan yang mana hubungan antar dekan, wakil dekan, ketua jurusan, sekretaris jurusan, koodinator prodi, Kepala Bagian (Kabag), Kepala Subbagian (Kasubag), dosen serta mahasiswa terjadi harmoni luar biasa yang akan membawa kesatuan.
Ketika semuanya bersatu, berjuang bersama maka segala sesuatunya menjadi ringan. Perpecahan tidak terjadi, sehingga apabila hal ini digambarkan menjadi satu hubungan maka disini akan ada hubungan orang tua, saudara, dan anak. Hal ini akan membawa kemudahan. Tantangan disini adalah tantangan dunia global dimana fakultas harus mampu meningkatkan kualitas menuju taraf internasional. Apabila kita tidak memiliki modal kebersamaan dan kesatuan tadi, maka akan sulit tercapainya cita-cita yang diharapkan.

Pesan khusus untuk mahasiswa
Beliau selalu menganggap mahasiswa seperti anaknya sendiri dan berusaha dekat dengan seluruh elemen mahasiswa. Berharap dengan adanya hal tersebut dapat merekatkan rasa kekeluargaan di FBS.

Festival Bahasa Seni #2

Setiap kampus memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan minat dan bakat mahasiswa. Bisa berupa perlombaan, pentas bakat, dan pameran karya seni. Begitu pula dengan Fakultas Bahasa dan Seni UNY yang mengadakan Festival Bahasa Seni pada bulan Desember 2019.

Acara Festival Bahasa Seni memiliki tujuan untuk mempererat solidaritas hubungan antar organisasi mahasiswa di Fakultas dan masyarakat di sekitar maupun di luar Fakultas Bahasa dan Seni. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk mengembangkan bakat serta hasil karya mereka melalui panggung terbuka dan stan-stan yang disediakan.

Festival Bahasa Seni merupakan salah satu program kerja Fakultas yang digerakan oleh Departemen Olahraga, Seni den Budaya (Orsenbud) BEM FBS UNY. Serangkaian kegiatan pada acara ini tidak sekedar disepakati oleh BEM FBS, tetapi juga seluruh Ormawa dan UKMF yang ada di FBS. Panitia yang ikut serta dalam kegiatan ini pun berasal dari delegasi setiap Ormawa dan UKMF, ditambah mahasiswa yang mengikuti kegiatan Bengkel Aktivis (BENGKAK) dan mahasiswa aktif tahun 2017, 2018, dan 2019 yang mendaftarkan diri.

Tema besar Acara ini merupakan “METAMORFOSIS”, artinya sebuah fase dari dasar hingga mencapai tujuan akhir/final, dengan konsep yang diusung ialah ‘pesta rakyat’. Kegiatan ini memang dirancang selain untuk menampilkan hiburan, untuk memberikan edukasi kepada mengadakan lomba untuk seluruh civitas Universitas Negeri Yogyakarta dan masyarakat sekitar, seperti membuat kaos ikat celup khusus untuk anak-anak, mahasiswa dan masyarakat dengan panggung apresiasi, musik, puisi, dan performing art.

Banyak Bintang Tamu yang menarik yang mampu membawa suasana kemeriahan pada acara ini. Di festival ini, banyak diadakan perlombaan serta workshop bahasa untuk anak-anak, dengan acara inti yaitu festival. Selain itu, ada diskusi, pameran, hiburan panggung, dan permainan tradisional yang akan digelar.

Serangkaian kegiatan Festival Bahasa Seni dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut mulai tanggal 21 hingga 23 desember 2019. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 15.00-21.30 WIB di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Tempat fokus dari kegiatan ini adalah panggung terbuka yang ditempatkan di Plataran Performance Hall.

Meskipun demikian, acara ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Satriyo selaku Ketua Panitia Festival Bahasa Seni mengungkapkan, “Kendala yang terjadi saat persiapan yang pertama adalah dana, yang kedua adalah kesibukan di setiap panitia yang berbeda-beda.” la juga menambahkan, “Harapannya kami di sini sama-sama belajar untuk membuat acara yang besar, semoga panitia dapat ikhlas dan percaya diri, serta berusaha agar acaranya bisa berjalan sesuai harapan dan dapat didukung oleh mahasiswa FBS serta warga sekitar.”

“Era jaman kini adalah era individu, yang mana lebih banyak dari anak-anak yang berpikiran tentang yang membahas kegiatan lebih baik daripada saya yang ada di kamar mencari kesibukan secara online. Saya salut sekali melihat perjuangan teman-teman saat mencari dana serta pemegang saham yang mau menggarap Bukan hanya itu, saya pun melihat di Hima FBS ini luar biasa sekali dalam rangka mengubah diri Anda serta kemampuannya untuk kepentingan bersama. Jadi, saya sangat salut untuk panitia dan BEM yang ikut acara ini. Harapan saya semoga acara ini dapat berjalan dengan sukses, yang nanti akan diulas dan ditiru serta menjadi pembelajaran bagi pengurus BEM dan ormawa yang datang. ” Tutur Sri Harti Widyastuti selaku Dekan FBS UNY.

Festival Bahasa Seni ini menjadi ajang tahunan yang pastinya di setiap tahun menampilkan hal yang berbeda dan istimewa.

Ngangkring bareng Dekanat dan Bincang Beasiswa

Ngangkring bareng dekanat adalah sebuah program kerja BEM FBS UNY dan berasal dari program kerja departemen kesejahteraan publik. Ngangkring bareng dekana ini adalah sebuah program kerja yang bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan jajaran dekanat FBS UNY, memberikan pemahaman tentang kinerja jajaran dekanat FBS UNY dan mengasah pola berpikir kritis dan realistis dalam pengembangan kemajuan Fakultas Bahasa dan Seni. Ngangkring bareng dekanat menghadirkan pembicara yaitu:
1. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni . Prof. Dr. Endang Nurhayati , M.Hum.
2. Wakil Dekan 1 Fakultas Bahasa dan Seni, Dr. Maman Suryaman, M. Pd
3. Wakil Dekan 2 Fakultas Bahasa dan Seni. Dr. Rohali, M. Hum
4. Wakil Dekan 3 Fakultas Bahasa dan Seni, Dr. Kun Setyaning Astuti, M. Pd

Ngangkring bareng dekanat ini diselenggarakan pada Kamis, 27 September 2018 di pelataran Gedung kuliah 4 FBS UNY. Ngangkring bareng dekanat ini mengangkat tema membedah visi misi FBS UNY. Konsep dari acara ini adalah “ngangkring” jadi kami dari BEM FBS mengemas acara ini seperti chitchat di angkringan disertai dengan sedikit teatrical yang santai namun tetap memiliki konteks dan manfaat bagi orang yang terlibat di dalamnya. Diselenggarakannya acara ngangkring bareng dekanat ini berdasarkan pada, dalam menjalankan kegiatan perkuliahan di FBS ini, banyak sekali dinamika yang akan dirasakan mahasiswa maupun jajaran Dekanat, terutama dalam pengembangan sumber daya yang ada. Oleh sebab itu forum komunikasi diperlukan untuk menciptakan keselarasan pendapat antara mahasiswa dengan Dekanat sebagai bahan evaluasi guna mengembangkan Fakultas Bahasa dan Seni menjadi lebih baik. Jadi ngangkring bareng dekanat ini bermaksud untuk menjadi tempat mahasiswa FBS dalam menyampaikan aspirasinya untuk pengembangan FBS yang lebih baik.

Ngangkring bareng dekanat ini juga dibarengi oleh acara yang sangat menarik minat mahasiswa FBS, yaitu bincang beasiswa. Bincang beasiswa disini mengangkat tema mengupas beasiswa yang ada di FBS dan tips trick untuk mendapatkan beasiswa. Konsep dari acaranya pun sama, yaitu chitchat dan sedikit theatrical yang santai namun tetap berbobot dan memberikan manfaat untuk pesertanya. Acara bincang beasiswa ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang beasiswa apa saja yang ada di FBS dan UNY dan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa. Bincang beasiswa ini menghadirkan pembicara yaitu. (Ofi/kespub)

Kumpulan Karya BEM FBS UNY 2018

Hai warga FBS yang selalu berbahagia
Kami mau ngasih tau nih kalau BEM FBS UNY 2018 ngadain Kumpulan Karya. Daripada karya kalian nganggur, tidak dinikmati khalayak umum, mending dikirim aja. Siapa tau nih kalian adalah orang yang beruntung, yang nantinya dapat apresiasi berupa trofi, sertifikat, dan atau uang pembinaan.
Untuk informasi lebih lanjut, yuk cusss gas poll jangan direm klik link yang tersedia dibawah ini.
Kami tunggu karya terbaikmu ❤

panduan kumpulan karya