POJOK BACA 2022 #1: INSECURITY IS MY MIDDLE NAME

Cover Depan Insecurity is My Middle Name

Judul Buku : Insecurity is My Middle Name

Penulis : Alvi Syahrin

Penerbit : Arvi Ardhi Publishing

ISBN : 978-623-97002-01

Tebal : 264 Halaman; 13×19 cm

Berat : 300 Gram

Tahun Terbit : 2021

Harga : Rp 93.000,00

RANGKUMAN

Insecurity is My Middle Name merupakan sebuah buku kategori self-improvement yang dapat membantu para pembaca untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Buku karya Alvin Syahrin ini bertajuk self-healing dan insecurity yang tentunya hampir dialami oleh setiap orang, khususnya di kalangan remaja. Arti dari judul buku ini berasal dari perasaan insecure yang diakibatkan oleh rendahnya penilaian yang kita berikan terhadap diri sendiri, dengan inilah buku “Insecurity is My Middle Name” menjawab semua pertanyaan mengenai rasa malu, tidak percaya diri, gelisah, dan takut, serta pertanyaan lainnya mengenai “insecurity” yang ada di kepalamu.

Halaman cover yang simple dan cantik akan menarikmu untuk membuka halaman-halaman selanjutnya. Diawali dengan pemahaman pola pikir mengenai “good looking”, akan membawa para pembaca untuk mengerti bahwa cantik fisik bukanlah hal yang penting dan tidak akan menjadi bagian yang paling utama. “Jika kamu masih mengaitkan ‘beautiful’ dengan fisik, well you’ve missed a lot of real beautiful things. Menurutku, ‘beautiful’ ini banyak macamnya. Ada yang cantik tutur katanya, lembutnya cara dia berbicara, begitu hati-hati dalam setiap ucapannya dan menenangkan untuk didengar. Ada yang juga cantik perilakunya. Mungkin tak banyak bicara, tetapi selalu berusaha untuk berbuat baik dalam diam. Selalu mencari cara untuk menolong. Isn’t beautiful?” tulis Alvi pada halaman 53-54 di buku ini.

Tidak hanya berisi tulisan-tulisan indah dari Alvi, buku ini juga disisipi potongan-potongan ayat Al-Quran dan hadist yang tentunya berkaitan dengan perasaan insecure. Setiap bagian dari buku ini akan membuatmu tenang, buku ini pun siap menjadi teman perjalananmu dalam berdamai dengan perasaan insecure yang kamu rasakan. Meskipun terdapat banyak hal yang menginspirasi, barisan-barisan kata dan kalimat yang ada di dalam buku ini sama sekali tidak terkesan menggurui. Pemilihan kalimat yang simple menjadi salah satu daya tarik buku ini. Tidak begitu memiliki banyak kekurangan, namun kata-kata yang diulang-ulang sedikit mengganggu para pembaca dalam menikmatinya.

KESIMPULAN

Buku ini sangat direkomendasikan bagi orang-orang yang kerap kali merasakan insecure. Insecure menjadi hal yang wajar dirasakan setiap orang di semua kalangan usia, namun masih banyak dari mereka yang belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Buku ini mengajakmu belajar melalui cara yang positif untuk tetap tumbuh dan hidup menjadi diri sendiri. Membaca buku Insecurity is My Middle Name ini seperti sedang berbicara dan bertukar pikiran dengan teman dekat, banyak kalimat yang menginspirasi dan membuka pandangan hidup mengenai “insecurity”.

BEM FBS UNY 2022 SIAP BERLAYAR

Halo, teman-teman Fakultas Bahasa dan Seni!

Salam Budaya!

Hari yang indah, matahari yang cerah. Cocok, ya, untuk bersantai! Yah, meskipun mungkin beberapa dari kalian masih belum benar-benar bisa bersantai tanpa kepikiran harus mulai dari mana belajar materi untuk UAS nanti. Duh, pusingnya jadi mahasiswa! WKWKWK.

Daripada terlalu pusing memikirkan UAS, alangkah baiknya jika kita rehat sejenak dan menikmati indahnya hari yang cerah dengan membaca artikel terbaru dari Pojok Baca. Penasaran nggak, sih, tentang apa isi artikel kali ini?  Yuk, simak!

Pada artikel kali ini Pojok Baca membahas mengenai Upgrading dan Rapat Kerja yang telah dilaksanakan. Segala persiapan yang telah kami lakukan di dalam Upgrading dan Rapat Kerja bermuara pada tugas dan fungsi dari masing-masing pengurus BEM FBS UNY Kabinet Dharma Karsa. Langsung saja kita bahas, yuk!

Upgrading

Upgrading merupakan program kerja bagi seluruh pengurus BEM FBS UNY dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengakrabkan antar anggota BEM FBS Kabinet Dharma Karsa. Selain diikuti oleh seluruh pengurus, Upgrading juga dihadiri oleh beberapa DPO sebagai pengisi materi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 April 2022 dengan dipandu oleh Munita Sari dan Tegar Bentar Prayoga sebagai MC acara.

Upgrading diawali dengan pembukaan oleh kedua MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Alfin Mahardika selaku Ketua BEM FBS UNY 2022. Terdapat dua materi yang dibahas dalam Upgrading kali ini. Materi 1: Manajemen Diri disampaikan oleh Janu Wisnanto dan dimoderatori oleh Wahyu Dwi Latifa, disusul dengan Materi 2: Kultur FBS oleh Ahmad Zamzami Nur dan dimoderatori oleh Egy Putra Pramudya. Kedua materi diikuti dengan sesi tanya jawab. Setelahnya terdapat juga sesi breakout room per departemen untuk sharing seputar program kerja bersama DPO dan sharing post-test mengenai dua materi yang telah disampaikan sebelumnya. Acara kemudian diakhiri dengan pengumuman doorprize, dokumentasi, dan penutup.

Rapat Kerja

Rapat Kerja merupakan rapat yang menyusun program kerja selama satu periode masa jabatan. Dalam Rapat Kerja, dapat dibuat atau ditetapkan ketentuan-ketentuan yang belum tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga secara rinci. Rapat kerja ini akan menjadi jalan terang bagi pengurus BEM FBS UNY 2022 untuk mewujudkan visi dan misinya selama satu periode. 

Rapat kerja BEM FBS UNY dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 April 2022. Dipandu oleh Amalia Tasya Aryani sebagai MC acara, Rapat Kerja dibuka dengan sambutan dari Ketua BEM FBS UNY 2022, Alfin Mahardika. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi tiap departemen yang kemudian diikuti sesi tanya jawab serta ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi.

Akhirnya BEM FBS UNY Kabinet Dharma Karsa telah berhasil menyiapkan berbagai hal untuk perjalanan yang akan ditempuh–dalam hal ini Upgrading dan Rapat Kerja. Selamat menyaksikan perjalanan kami dalam melaksanakan program-program kerja yang diusung. Dukung kami terus!

Kuat karena bersama, bergerak dalam satu cita. 

Kabinet Dharma Karsa.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Dharma, Karsa, dan Kita

Halo, teman-teman Fakultas Bahasa dan Seni!

Salam Budaya!

Setelah bersandar di dermaga sebentar, BEM FBS UNY siap untuk kembali berlayar. Lembaran baru yang telah dibuka akan kami tuliskan bersama Kabinet Dharma Karsa.

Dharma berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti kewajiban dan kebenaran. Sedangkan, arti kata Karsa dalam KBBI adalah daya (kekuatan), dorongan jiwa untuk berkehendak. Jadi, nama kabinet “Dharma Karsa” dipilih dengan harapan pengurus BEM FBS UNY mampu menjalankan kewajiban yang telah diberikan di pundaknya dengan menyadari kebenaran yang berdasar pada kekuatan jiwa dalam berkehendak untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Adanya kata Karsa ini dimaksudkan juga mampu menjadi pendorong dan penyokong kekuatan dalam rasa semangat yang tidak ada hentinya dengan tetap bergandeng tangan demi tercapainya harapan pengurus BEM FBS UNY, ormawa FBS UNY dan pada umumnya warga FBS UNY untuk terus bergerak dan berani dalam mengekspresikan diri di bidang akademik dan nonakademik.

Visi dan Misi BEM FBS UNY 2022/2023: Dharma Karsa

Visi:

Menuju BEM FBS UNY yang lebih kreatif, aktif, dan bersinergi dengan menjunjung rasa kebersamaan, humanis serta berbudaya.

Misi:

  1. Meningkatkan rasa solidaritas antar pengurus BEM FBS UNY
  2. Menjalin komunikasi yang lebih baik antara BEM FBS UNY dengan ormawa dari birokrasi FBS UNY demi tercapainya transparansi dan akuntabel
  3. Mengoptimalkan kreativitas mahasiswa FBS UNY di bidang bahasa dan seni, supaya tercapai mahasiswa FBS UNY yang lebih aktif dengan tetap menjunjung rasa humanisme

Makna Logo Kabinet Dharma Karsa

Warna:

Merah – Semangat membara

Emas – Kejayaan

Ungu – Identitas FBS

Putih – Kesatuan

Logo:

Burung Phoenix: Burung mitologi Mesir kuno. Burung phoenix sendiri memiliki makna, yaitu sebagai sosok penuh semangat kebangkitan dan mampu menghadapi serta menyelesaikan perkara yang sedang dihadapi, bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun.

Gunungan: Gambaran dari kebudayaan Indonesia yang juga menjadi ciri khas dari Fakultas Bahasa dan Seni, yaitu fakultas seni yang ada di Universitas Negeri Yogyakarta. Hal itu lah yang menjadi harapan kepada semua aspek di FBS mampu memiliki rasa semangat dalam berkesenian dan berkebudayaan.

Helai atau Ujung Sayap: Enam belas Helai atau ujung sayap dari burung phoenix menggambarkan jumlah ormawa yang berada di FBS UNY.

Ekor: Ekor yang berjumlah tiga merupakan pemberian gambaran dari salah satu Landasan Program Kerja BEM FBS UNY, yaitu Tri Darma Perguruan Tinggi (Darma bidang penelitian, Darma bidang akademik, Darma bidang pengabdian masyarakat).

Lingkaran: Ilustrasi tentang sinergisitas yang berdasar pada rasa kebersamaan dan kesatuan dalam menjalankan tugas serta wewenang yang telah diberikan dengan bertolak pada satu cita.

Nah, setelah bicara soal visi, misi dan filosofi logo, kurang rasanya jika nggak dilanjutkan dengan pengenalan kepengurusan BEM FBS UNY Kabinet Dharma Karsa. Berikut 54 nama anggota aktif yang telah menjadi bagian dari BEM FBS UNY periode 2022/2023.

Pengurus Inti

Pengurus Inti BEM FBS UNY 2022 terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Ketua bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan hubungan eksternal, sedangkan wakil ketua bertanggung jawab atas keutuhan dan kesejahteraan internal organisasi, serta menggantikan tugas ketua apabila ketua berhalangan dalam menjalankan tugasnya. Sekretaris bertanggung jawab atas hal-hal yang berkaitan dengan administrasi, kesekretariatan dan inventarisasi barang di sekretariat BEM FBS UNY. Bendahara bertanggung jawab atas keuangan BEM FBS UNY dan berkoordinasi dengan bendahara departemen mengenai kebendaharaan.

BEM FBS UNY Kabinet Dharma Karsa diketuai oleh Alfin Mahardika (2019) dengan Oka Reynaldi Akbar (2019) sebagai wakil, Lintang Alvira Anggraeni (2019) sebagai sekretaris 1 dan Ratih Kusuma Dewi (2021) sebagai sekretaris 2, serta Amalia Tasya Aryani (2021) sebagai bendahara 1 dan Angel Charisthia Puling (2021)  sebagai bendahara 2.

Kespub (Kesejahteraan Publik)

Departemen yang pertama adalah Departemen Kesejahteraan Publik. Departemen yang terdiri atas subdepartemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) & subdepartemen Sosial dan Masyarakat (Sosmas) ini menangani kegiatan-kegiatan yang bersifat penyejahteraan, baik kepada mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta maupun masyarakat umum.

Departemen Kesejahteraan Publik dikepalai oleh Ninuk Purnaningsih (2019) dengan dibantu oleh Muhammad Syakir (2019), Erika Ayu Wardani (2020), Cut Lanna Fainnalia Putri (2020), Restu Maisaroh (2020), Sa’id Zada Agusta (2021), Wahyu Dwi Latifa (2021), Tri Puspa Handayani (2021), Rafika Salma Wati (2021), Zalfa Rif’at Abidah (2021), Sherley Maharani (2021), dan Aida Barqia (2021) sebagai staf departemen.

Infokomjar (Informasi, Komunikasi, Media, dan Jaringan)

Departemen yang kedua adalah Departemen Informasi, Komunikasi, Media, dan Jaringan. Terbagi menjadi subdepartemen Medinfo dan subdepartemen Komjar, Infokomjar menangani hal-hal yang berkaitan dengan pengoptimalan komunikasi, media, dan jaringan, serta membina hubungan dengan organisasi eksternal. 

Departemen Informasi, Komunikasi, Media dan Jaringan dikepalai oleh Bintang Aryosetyo (2019) dengan dibantu oleh Yulinda Tri Utami (2019), Fathoni Purwo Atmojo (2020), Muhamat Yusuf Wahyu Saifullah (2020), Chaerunissa Fadya Sallsabila (2020), Ahmad Naufal Hilmy (2020), Tazkia Putri Mukaromah (2021), Hernindya Daniswara (2021), Shabrina Aulia Firyal Safitri (2021), Sabrina Salsabila (2021), dan Kurnia Septi Amalia Saputri (2021) sebagai staf departemen. 

Orsenbud (Olahraga, Seni dan Budaya)

Departemen selanjutnya adalah Departemen Olahraga, Seni dan Budaya. Departemen ini menangani hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan minat dan bakat dalam bidang olahraga, seni dan budaya di lingkup Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta dan/atau masyarakat umum.

Departemen Olahraga, Seni dan Budaya dikepalai oleh Christine Tamaria Evelyn (2019) dengan dibantu oleh Rara Qonita Eka Putri (2019), Arasyid Abyan Arifin (2019), Firyal Marita Pratiwi (2020), Akmal Al Baihaqi (2020), Anggun Puji Astuti (2020), Tegar Bentar Prayoga (2020), Elsa Batari Harum Cindani (2020), Muhammad Daviq Fayaliq Azri (2021), Rini Noviyanti (2021), Munita Sari (2021), Egy Putra Pramudya (2021), dan Hanifah Rahmawati (2021) sebagai staf departemen.

PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia)

Departemen yang terakhir adalah Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Terbagi atas subdepartemen Sosial Politik (Sospol) dan subdepartemen Kaderisasi, PSDM bertanggung jawab mengenai pengembangan sumber daya mahasiswa, kaderisasi, pencerdasan organisasi dan politik di lingkup Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.

Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia dikepalai oleh Febrian Caesar Aldian (2019) dengan dibantu oleh Muhammad Aminuddin (2019), Hasna Riza Maulida (2019), Natasya Vira Inggir Aprilia (2020), Muhammad Misbachul Ulum (2020), Aina Khairunnisa Sajidah (2020), Abdullah ‘Alim Perdana (2020), Selvia Era Rahayu (2021), Mashayu Rhinanda Avrellia (2021), Upik Rahmaniarti (2021), Uhailal Ishmah (2021), dan Ermaya Movida Satha (2021) sebagai staf departemen.

Demikian pengenalan kepengurusan BEM FBS UNY Kabinet Dharma Karsa. Semoga BEM FBS UNY periode 2022/2023 dapat melanjutkan gema perjuangan yang telah dirintis sebelumnya. Kritik dan saran akan sangat membantu kami dalam menempuh perjalanan pada langkah yang baru.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

POJOK BACA #8 (5CM)

Judul Buku : 5 CM
Penyusun : Donny Dhirgantoro
Penerbit : PT. Grasindo
ISBN : 979-759-151-4
Tebal : 381 Halaman
Berat : 348 Gram
Tahun Terbit : 2007
Harga : Rp 60.000,00

RANGKUMAN


Novel ini bercerita tentang sekelompok sahabat berisi 5 orang yaitu Arial, Zafran, Riani, Ian, dan Genta. Mereka menyukai berbagai macam hal termasuk film, kecuali film India karena pada dasarnya semua masalah punya jalan keluar kecuali dengan cara berjoget-joget. Selain itu mereka juga tidak suka film silat, karena mereka semua tidak bisa bela diri. Satu-satunya bela diri yang mereka kuasai hanya membela diri dengan cara ‘ngeles’ “Maaf saya khilaf.”.

Mereka yang selalu bersama dan kompak melakukan apa saja, lama kelamaan merasa jenuh dengan persahabatan mereka. Sehingga mereka memutuskan untuk tidak bertemu selama beberapa waktu, baik bertatap muka maupun berkomunikasi. Setelah waktu berlalu, mereka memutuskan berkumpul kembali dan menempuh perjalanan menuju Mahameru. Bisa kah mereka berlima mencapai puncak dengan kompak dan solid, melalui banyaknya rintangan dan halangan untuk sampai ke puncak? Pembelajaran apa yang mereka dapatkan untuk persahabatan mereka?

Isi cerita sangat menarik, penuh semangat dan bermotivasi. Penulis menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan alur maju serta tidak membingungkan. Cara penulis menuliskan adegan demi adegan sangat menarik sehingga pembaca tetap tertarik hingga akhir cerita. Walau ending dalam novel ini merupakan happy ending, tapi terasa menggantung dan seperti dipaksakan. Detail yang seharusnya diketahui pembaca mengenai proses ending dibuat, tidak dicantumkan sehingga pembaca sedikit bingung.

KESIMPULAN


Novel ini merupakan novel yang sangat direkomendasikan bagi para pemuda sebab novel ini menumbuhkan motivasi dan semangat tinggi, tentang perjuangan dan juga persahabatan. Bagi mereka yang sedang jenuh atau sedang lelah dengan hubungan pertemanan, novel ini bisa menjadi sarana yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat dalam diri pembacanya.

POJOK BACA #7 (LAYANGAN PUTUS)

Judul Buku : Layangan Putus

Penyusun : Mommy ASF

Penerbit : RDM Publisher

ISBN : 978-602-072-909-1

Tebal : 268 Halaman

Berat : 400 Gram

Tahun Terbit : 2020

Harga : Rp 75.000,00

RANGKUMAN

Novel ‘Layangan Putus’ oleh Mommy ASF bermula dengan seorang gadis desa yang polos yang menemukan cinta di kota besar. Kinan, yang awalnya bermimpi untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu, bertemu dengan sosok Aris yang kemudian membuat Kinan jatuh cinta dan merubah pandangannya terhadap dunia.

Kinan yang akhirnya menikah dengan Aris, melupakan mimpinya menjadi wanita karir dan berfokus pada keluarga dan Tuhan. Aris selalu meyakinkan Kinan, bahwa dengan berada di rumah pun mimpi Kinan tentang balon udara dan Cappadocia akan tetap terwujud. Nyatanya hal tersebut tidak benar terjadi. Yang dapat Kinan lakukan hanyalah mengagumi mimpinya dari foto-foto suaminya bersama dengan perempuan lain. Akankah Aris dapat meyakinkan Kinan kembali? Masih bisakah Kinan mempertahankan rumah tangganya dan mimpinya yang hancur?

Novel ini dikemas dengan baik, dengan penulisan yang menarik dan cerita yang umum di masyarakat. Perselingkuhan dan sosok ‘pelakor’ atau perebut laki orang menjadi salah satu isu utama yang dihadirkan dalam novel ini. Selain itu, novel ini membawakan isu perihal sistem patriarki yang mengharuskan perempuan berhenti berkarir dan fokus dalam rumah tangga, padahal berkarir atau tidak adalah hak individu. Cerita ditulis dalam alur maju sehingga tidak membingungkan pembaca. Diksi yang digunakan sederhana dan mudah dipahami. Dan tidak banyak kekurangan, hanya saja apabila cerita dikemas lebih padat lagi dengan detail yang maksimal akan lebih baik.

KESIMPULAN

Novel ini sangat direkomendasikan, terutama bagi para perempuan untuk mendapat insight lebih perihal pernikahan agar dapat membandingkan atau menimbang langkah yang akan diambil untuk kedepannya. Novel ini tidak hanya mengajarkan perihal loyalitas dalam rumah tangga maupun perselingkuhan dan patriarki, tetapi juga tentang bagaimana kasih Ibu yang melakukan apapun untuk anaknya. Novel ini dapat dibaca mulai dari kalangan remaja hingga dewasa, selain untuk hiburan juga sebagai pembelajaran.

POJOK BACA #6 (BIOGRAFI CHAIRUL TANJUNG)

Judul Buku : Chairul Tanjung, Si Anak Singkong

Penyusun : Tjahja Gunawan Diredja

Penerbit : Penerbit Buku Kompas

ISBN : 978-979-709-650-2

Cetakan : 2012

Tebal : 400 Halaman

Harga : Rp 50.000,00

Rangkuman

Buku ini menceritakan tentang kehidupan Chairul Tanjung, seorang anak dari keluarga berstatus ekonomi menengah ke bawah yang saat ini telah sukses berwirausaha. Cerita dimulai dengan masa perkuliahan Chairul Tanjung di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Biaya kuliah FKG UI yang mahal, mengharuskan Chairul bekerja keras mencari pundi-pundi uang untuk membayar uang kuliahnya. Berbagai macam pekerjaan ia lakukan mulai dari membuka tempat fotokopi hingga berjualan peralatan kedokteran gigi kepada teman-teman kampusnya.

Chairul pada masa itu juga dipercaya sebagai Ketua Ex-Officio Dewan Mahasiswa UI. Setelahnya, ia terpilih menjadi Koordinator Mahasiswa seJakarta pada tahun 1984, pula sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional. Selulusnya Chairul dari FKG UI, ia mendirikan bisnisnya sendiri yaitu PT. Pariarti Shindutama sebagai tempat produksi dan ekspor sepatu anak. Berbagai macam kemampuannya juga ia optimalkan dengan baik, salah satunya adalah mengembangkan bisnisnya dengan cara mengembangkan networking dan membuat relasi bisnis yang kemudian semakin mensukseskannya hingga ia juga membangun bisnis di bidang ekonomi yaitu Bank Mega.

Penggunaan bahasa yang mudah dipahami dipadukan dengan alur maju mundur yang membuat pembaca penasaran merupakan salah satu pesona dari buku biografi Chairul Tanjung ini. Banyak hikmah dan pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari buku ini termasuk rendah hati, pekerja keras dan tidak pantang menyerah.

Disebabkan penggunaan alur maju mundur, beberapa bagian dalam buku cukup membingungkan pembaca karena ketidakjelasan dalam perubahan latar waktu.

Kesimpulan

Buku ini bagus dan dapat dibaca semua kalangan usia, terlebih sangat direkomendasikan kepada para pejuang bisnis atau orang-orang yang sedang berjuang demi kehidupannya agar termotivasi dan memiliki semangat membangun diri dan negeri seperti Chairul Tanjung.